Langsung ke konten utama

Manfaat Imunisasi dan ASI Bagi Kekebalan Tubuh Anak


Manfaat Imunisasi dan ASI Bagi  Kekebalan Tubuh Anak. Bisakah ASI menggantikan posisi vaksin yang berguna untuk imunisasi? Jawabnya Tidak, dikarenakan ASI dan Imunisasi tidak menggantikan, namun berjalan beriringan.

Memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan, kemudian sampai umur anak dua tahun dan berikan imunisasi mulai sejak lahir sampai usia tertentu, berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.

Berbagai Manfaat Imunisasi dan ASI Bagi  Kekebalan Tubuh Anak
Manfaat Imunisasi dan ASI Bagi  Kekebalan Tubuh Anak


Belakangan ini banyak bermunculan para anti vaksin, secara terang benderang menolak pemberian imunisasi. Para anti vaksin lancar mengkampanyekan penolakannya melalui media sosial, berbagai isu yang negatif ditampakkan dalam menentang imunisasi.

Diantara mereka mengeluarkan pendapat bahwa “Imun Is ASI” artinya bahwa ASI saja cukup, tidak diperlukan lagi imunisasi, Kampanye mereka mempunyai slogan “Beri ASI Stop Imunisasi”

Sungguh disayangkan cakupan dari imunisasi semakin turun di Indonesia, dikarenakan banyak dari orang tua terpengaruh kampanye anti vaksi tersebut, sehingga melahirkan keputusan untuk tidak memberikan imunisasi kepada anak-anaknya.

Sehingga mengakibatkan berbagai penyakit yang jarang terjadi, kembali muncul menjadi wabah yang menyebabkan korban jiwa.

Imunisasi merupakan program kesehatan dunia yang dimotori WHO dan dilaksanakan oleh semua negara di seluruh dunia termasuk Indonesia yang merupakan program nasional.

Dengan imunisasi terbukti dari puluhan tahun dapat menghilangkan atau mengurangi kejadian berbagai penyakit infeksi. Imunisasi adalah proses yang menjadikan seseorang menjadi kebal terhadap penyakit infeksi melalui pemberian Vaksin.

Penyakit infeksi disebabkan kuman berupa bakteri, jamur, virus, parasit yang berasal dari luar tubuh kita.

Sistem imun akan mengetahui kuman yang masuk sebagai musuh, yang perlu dihancurkan, dan imunitas terhadap kuman tersebut ditandai dengan adanya terbentuk zat anti bodi terhadap kuman tersebut, dan hasilnya bersifat spesifik terhadap kuman tersebut.

Prinsip pemberian imunisasi ialah memberikan antigen lewat vaksin ke dalam tubuh, sehingga tubuh meresponnya dengan membetuk sebuah antibodi.

Imunisasi ada dua jenis,yaitu imunisasi aktif dan imunisai pasif. Imunisasi aktif ialah perlindungan yang dihasilkan sendiri oleh sistem imun tubuh.

Imunisasi aktif diperoleh saat tubuh mendapat paparan dari kuman, sehingga tubuh menghasilkan sendiri antibodi untuk melawan virus tersebut.

Paparan itu dapat terjadi dengan infeksi penyakit sebenarnya, atau bisa dengan pemberian imunisasi. Imunitas aktif bersifat menetap dan memberikan kekebalan dalam jangka waktu yang panjang. 

Vaksin yang diberikan dengan tujuan merangsang imunitas aktif. Jadi, pemberian vaksin itu termasuk ke dalam imunisasi aktif. 

Sedangkan imunisasi pasif adalah imunisasi yang diperoleh seseorang dengan diberikan antibodi dari luar tubuhnya, sifatnya memberikan perlindungan efektif, namun tidak tahan lama.

Misalnya, antibodi yang diberikan ibu yang sedang hamil kepada janinnya, yaitu Imunoglobulin G, yang disalurkan dengan plasenta dan hanya akan bertahan dalam beberapa bulan setelah bayi lahir.

Di saat bayi lahir, bayi sudah dihadapkan dengan berbagai milyaran kuman yang segera menjadi penghuni kulit, hidung, saluran cerna dan tenggorokan meraka. Contoh, antibodi yang berasal dari ibu terhadap penyakit campak hanya dapat memberikan perlindungan sampai bayi berumur 9 bulan, sehingga disaat umur 9 bulan, bayi dapat segera diberikan imunisasi campak.

Imunisasi pasif ialah ASI, ASI bermanfaat dalam merespon kekebalan dari vaksin. Berdasarkan penelitian disebutkan bahwa bayi-bayi yang menerima ASI dan Imunisasi Tetanus, Hib, BCG, mempunyai kadar antibodi yang tinggi dari pada bayi-bayi mendapatkan imunisasi tersebut, namun tidak mendapatkan ASI.

Riset juga membuktikan bahwa bayi yang mendapakan ASI, jika diberikan imunisasi, maka mereka akan memproduksi kadar antibodi yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan susu formula. Kemudian menyusui juga memberikan rasa nyaman dan mengurangi rasa sakit setelah anak mendapatkan suntikan vaksin.

Memberikan ASI pada bayi, mempunyai banyak manfaat. ASI mengandung banyak zat gizi yaitu karbohidrat, lemak, protein dan DHA/ARA, mineral, vitamin, air, enzim, faktor pertumbuhan. 
ASI mudah dicerna dan diserap, memberikan kedekatan antara ibu dan bayi, ASI juga melindungi bayi dari berbagai infeksi dan penyakit.

Pada hari pertama pasca melahirkan, ASI mengandung zat kolostrum yang banyak mengandung zat antibodi yang bermanfaat melindungi bayi dari berbagai infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Kolostrum ialah cairan yang berwarna kuning keemasan atau jingga yang mengandung nutrisi dengan konsentrasi tinggi.

Kolostrum mengandung jutaan leukosit setiap tetesnya, Leukosit merupakan sel darah putih yang berguna untuk menghancurkan virus dan bakteri jahat, memberikan respon pada penyakit. Kolostrum mengandung berbagai antibodi yang dinamakan imunoglobulin atau kelompk protein untuk kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Ada tiga jenis Imunoglobulin dalam kolestrum yaitu IgA (Imunglobulin A), IgG (Imunglobulin G) dan IgM (Imunoglobulin M). Diantara ketiganya Imunoglobulin, Imunglobulin A yang merupakan paling tinggi konsentrasinya kadarnya sampai 5000 mg/dl, yang mempunyai tugas melindungi daerah membran tenggorokan, paru-paru, sistem saluran cerna bayo dari serangan semut.

Jika seorang Ibu yang sedang menyusui kontak dengan seseorang penderita penyakit infeksi, maka si Ibu dapat membentuk antibodi untuk melawan kuman dan antibodi ini akan ditransfer melaui ASI kepada bayinya.

ASI mengandung banyak faktor sebagai anti infeksi yaitu imunoglobulin, Secretory imunoglobulin A (SIgA), K-oligosakarida. Perlindungan ini diberikan kepada berbagai faktor yang unik tanpa memberikan efek peradangan atau demam tinggi yang dapat berbahaya bagi bayi dan antobodi SigA, yang terbentuk ditubuh bayi yang secara spesifik melindungi bayi sesuai dengan keadaan bayi dan lingkran saat itu.

ASI mengandung protein yang mengikat vitamin B12, sehingga dapat mengontrol pertumbuhan mikroorganisme dalam saluran pencernaan, ASI juga mengandung antioksidan berupa tokoferol, karotin yang merupakan faktor dari perdagangan.

Oligosakarida, Glikoprotein dan Glikolipid berfungsi menyerupai bakteri yang pada permukaan saluran cerna bayi, sehingga berguna untuk menghambat perlekatan bakteri buruk pada mukosa saluran cerna tersebut. Komponen lain ASI, yaitu punya efek perlindungan antara lain ialah laktoferin, musin dan sitokin.

Berdasarkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa ASI terbukti dapat melindungi diri dari berbagai penyakit seperti infeksi telinga tengah, diaere, infeksi saluran kemih, penyakit pada saluran nafas, batuk pilek juga pneumonia.

Namun, kekebalan ASI sifatnya sementara, dikarenakan ASI tidak merangsang tubuh membentuk antibodinya sendiri.

Perlindungan dari ASI tidak berlaku pada semua penyakit, terutama penyakit berat seperti Hepatitis B, difteri, meningitis, tuberkulosis, polio, rubella, batuk rejan, tetanus, cacar air dan campak. Imunisasi yang diberikan sifatnya spesifik untuk penyakit tertentu yang tidak cukup dilakukan hanya dari antibodi dari ibu dan ASI saja.

Jadi, ASI tidaklah cukup untuk melindungi bayi dan anak dari berbagai penyakit. Memberika imunisasi dan ASI merupaka upaya melindungi buah hati dan para penerus kita. ASI bukanlah pengganti dari imunisasi, namun ASI dan imunisasi merupakan mitra kerja yang bertugas melindungi bayi dan anak-anak kita. Oleh karena itu, mari kita selalu slogankan “Beri ASI, Imunisasi Tetap Lanjut” “ASI Yes, Imunisasi juga Yes”

Komentar