Langsung ke konten utama

Infeksi Virus Rubella atau Campak Jerman

Infeksi Virus Rubella
Infeksi Virus Rubella atau Campak Jerman

Infesi virus Rubella telah lama menjangkiti penduduk manusia di seluruh dunia. Virus Rubella ditemukan oleh George Maton pada tahun 1814.

Kemudian Henry Veale menamakan virus ini dengan nama Virus Rubella yang maknanya merah kecil pada tahun 1884, Virus Rubella merupakan virus yang menular.

Disebabkan oleh Virus Rubella dari genus Rubivirus, family Togaviridae. Penyakit Rubella biasa disebut dengan istilah Campak Jerman.

Cara penularannya yaitu Virus Rubella yang terhirup masuk ke tubuh dan berkembang biak di saluran nafas, yakni di kelenjar getah bening regional dan di nasofaring.

Masa penularan Virus Rubella sekitar 7 hari sebelum sampai waktu 7 hari setelah timbul ruam. Masa saat terserang virus sampai timbul gejalanya biasanya sekitar 14-21 hari. Gejala penyakit Rubella hampir sama dengan Campak, namun jauh lebih ringan.

Gejala Virus Rubella ialh deman ringan, timbul ruam serta jarang ada gejala sisa, adanya pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher. 

Panas yang timbul bervariasi, biasanya peninggian suhu minimal. Demam timbul bersamaan dengan timbul ruam, suhu juga akan kembali normal setelah ruamnya hilang.

Kebanyakan kasus Rubella tidak menampakkan gejala, namun tingkat penularannya sanggat tinggi sekali. Virus Rubella menular melalui saluran pernafasan, melalui percikan dahak atau bersin.

Jika Virus Rubella ini menyerang pada ibu hamil, maka efek dari virus ini sangat berat. Si Ibu dapat mengalami keguguran, ataupun bayi yang dilahirkan nantinya dapat mengalami cacat. 

Cacat yang timbul dapat berupa sakit jantung bawaaan atau bocor jantung, kelumpuhan atau retardasi mental, terdapat selaput putih di lensa mata atau katarak kongenital yang bisa menyebabkan kebutaan, dan gangguan pendegaran atau tuli.

Kondisi seperti ini dinamakan dengan istilah Sindrom Rubella Kongenital (SRK) atau Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Risiko yang harus ditanggung, jika ada penderita Sindrom Rubella Kongenital  sangatlah besar. Jika terjadi katarak kongenital harus dilakukan operasi sehingga dapat menggunakan kacamata sejak bayi. 

Jika ketulian yang terjadi, maka perlu dilakukan operasi dan implantasi alat bantu dengar, dengan biaya pengadaan alat bantu yang harganya mahal dan tidak ditanggung BPJS.

Jika terjadi kerusakan pada jaringan otak, maka akan menyebabkan lambat tumbuh kembang, sehingga diperlukannya fisioterapi seumur hidup. 

Jika terjadi pada kelainan jantung, maka harus operasi jantung dengan biaya ratusan juta rupiah dan beban nonmaterial seumur hidup bagi orang tua.

Norman Greng (1941) mengatakan ada 78 kasus katarak kongenital pada bayi dan ibu penderita infeksi Rubella di awal kehamilan.

Ada 236 ribu kasus Sindrom Rubella Kongenital ditemukan di negara berkembang setiap tahun, yang meningkat 10 kali lipat saat pandemi.

Di Indonesia sendiri ada 54.667 kasus, secara klinis Campak dan Rubella dari tahun 2014-2017. Ada 2.160 kasus sampai bulan Juni 2018. Dan berdasarkan pemeriksaan serologis positif Rubella ada 5.005 kasus.

Data kejadian luar biasa Campak dan Rubella pada tahun 2018 terjadi pada 17 Provinsi di Indonesia

Bagaimana caranya supaya terhindar dari penyakit Virus Rubella?


Caranya adalah dengan Imunisasi Measles Rubella, di negara lain seperti Arab Saudi, Qatar, telah dilakukan Imunisasi Measles Rubella sejak 40 tahun yang lalu. 

Di Indonesia sendiri imunisasi ini baru dilaksanakan tahap ke-1 pada bulan Agustus 2017 di Pulau Jawa dan tahap ke -2 di bulan Agustus 2018 di luar pulau Jawa.

Manfaat dilakukannya imunisasi Measles Rubella adalah meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit Campak dan Rubella secara cepat, dan memutuskan penularan virus Campak dan Rubella, sehingga angka kesakitan yang disebabkan Campak dan Rubella menurun serta turunnya angka kejadia n sindrom rubella kongenital.

Imunisasi Measles Rubella ini diberikan pada anak umur 9 tahun sampai umur 15 tahun, dan selanjutnya Imunisasi Measles Rubella akan menggantikan vaksin Campak.

Diberikan pada anak umur 9 bulan, 18 bulan serta kelas 1 Sekolah Dasar sebagai bagian dari program imunisasi rutin, vaksin ini gratis dan tersedia di Puskesmas di seluruh Indonesia.

Komentar