Langsung ke konten utama

Demam Pada Anak Perlukah Dibawa Berobat ?

Demam Pada Anak Perlukah Dibawa Berobat ?
Demam Pada Anak Perlukah Dibawa Berobat ?


Demam Pada Anak Perlukah Dibawa Berobat ?. Demam adalah keluhan yang paling banyak membuat orang tua, membawa anaknya ke pusat layanan kesehatan atau ke dokter.

Orang tua banyak yang panik, ketika anaknya mengalami gejala demam tiba-tiba.

Pertanyaanya adalah bagaimana sebenarnya proses terjadinya demam tersebut?

Apakah setiap demam mesti segera diobati? 

Apakah tingginya demam menunjukkan keparahan sakit seorang anak? 

Setiap tubuh yang dimasuki kuman baik virus ataupun bakteri yang masuknya melalui berbagai pintu seperti saluran pernafasan, kulit, permkaan tubuh da saluran cerna.

Nah, demam merupakan sebuah respon dari tubuh terhadap rangsangan baik berasal dari dalam maupun dari luar, dalam melawan kuman yang masuk.

Demam dapat terjadi karena adanya zat yang disebut pirogen. Pirogen merupakan zat yang menyebabkan demam.

Pirogen dibagi dua, yaitu pirogen eksogen dan pirogen endogen. Pirogen eksogen merupakan pirogen yang berasal dari luar tubuh. Sedangkan pirogen endogen berasal dari dalam tubuh.

Terjadiya demam disebabkan rangsangan sel-sel darah putih pirogen eksogenbaik berupa toksin, mediator inflamasi atau reaksi imun.

Pirogen endogen adalah zat kimia yang dikeluarkan sel-sel darah putih. Pirogen eksogen dan pirogen endogen akan merangsang endotelium hipotalamus untuk membentuk prostaglandin.

Prostaglandin yang berbentuk kemudian meningkatkan patokan termostat pada pusat termoregulasi hipotaamus. Mengakibatkan terjadinya peningkatan produksi panas dan penurunan pengurangan panas, akan menyebabkan suhu tubuh naik.

Demam adalah salah satu gejala yang dapat menyebabkan penyakit lainnya, penyakit lainnya bisa ringan, sedang dan tinggi. Tingginya demam belum tentu menunjukkan tingkat keparahan suatu penyakit.

Yang perlu dilakukan adalah memastikan suhu tubuh anak tersebut dengan menggunakan termometer, jangan hanya dengan perabaan tangan saja. Suhun tubuh yang normal itu berkisar dari 36,50 C – 37, 50 C, dikatakan demam jika suhu tubuhnya di atan nilai tersebut.

Obat demam diberikan, jika suhu tubuh anak di atas 380 C, tujuan dari pemberian obat adalah penurunan panas itu adalah membuat anak merasa nyaman, bukan untuk menurunkan suhu panas pada tubuh anak.

Parasetamol dan Ibuprofen merupakan obat yang biasa dipakai. Ibuprofen tidak boleh diberikan kepada bayi yang kurang dari 6 bulan dan jupa pada kondisi dengan keluhan berupa saluran seperti muntah ataupun nyeri pada perut.

10-15 mg/kgBB perhari perkali pemberian untuk dosis parasetamol. Parasetamol tersedia dari yang bentuknya sirup, tablet, dan suppositoria.

Para orang tua harus jeli memperhatikan berapa mg kandungan yang ada pada parasetamol yang akan diberikan kepada anak.

Untuk yang bentuknya sirup saja, kandungan parasetamol dengan berbagai merk yang ada diapotek adalah 120 mg per 5 ml, 160 mg per 5 ml dan 250 mg per 5 ml. 

Untuk sediaan drop biasanya hampir sama, yakni mengandung 60 mg pada  0,6 ml/80 mg dalam 0,8 ml yang artinya sama saja yaitu 100 mg dalam 100 ml. 

Boleh memberikan jenis parasetamol sediaan apapun asalkan dosisnya betul. Anak yang demam harus dipastikan tidak dalam keadaan dehidrasi atau kekurangan cairan.

Mengapa demikian? Karena pada saat anak demam, maka peningkatan suhu tubuh dapat juga meningkatkan terjadinyan risiko penguapan dan kehilangan cairan pada tubuh.

Sehingga disarankan bagi anak yang demam, agar memperbanyak minum air supaya tidak terjadi dehidrasi pada tubuhnya.

Orang tua harus jeli dalam mengerahui ciri-ciri anak yang sedang dehidrasi, yakni terlihat mata yang cekung, mukosa mulut kering dan cubitan pada kulit, kembalinya lambat, serta anak tidak ingin minum ataupun malah tampak sangat haus.

Jika pada anak yang demam tampak tanda dehidrasi, tidak merespon atau susah dibangunkan atau tida bisa bergerak, sulit untuk bernafas, leher kaku, kepala sakit yang hebat, dan terus menerus muntah. 

Anak tampak sangat begitu gelisah, menangis terus menerus, sangat rewel, tidak mau makan dan minum, lesu dan lemah sepanjang waktu, silakan segera bawa ke dokter.

Sebagai orang tua mari kita menjadi orang tua yang cermat, awas dan bijak. Cermat dalam meliha kondisi anak, bijak menggunakan obat, awas dalam mengenal tanda kegawat daruratan.

Tulisan ini disadur dari tulisan dr. Aslinar, SP. A., M. Biomed.

Komentar