Langsung ke konten utama

Bahaya Polio Mengintai Wilayah Indonesia

Bahaya Polio Mengintai Wilayah Indonesia
Bahaya Polio Mengintai Wilayah Indonesia


Bahaya Polio Mengintai Wilayah Indonesia. Ditahun 2009 telah ditemukan satu kasus polio di Malaysia. Kasus ini merupakan kasus yang pertama terjadi di Malaysia, semenjak dinyatakan Malaysia bebas dari polis sejak tahun 1992.

Informasi ini disampaikan oleh Noor Hisham Abdullah, selaku Dirjen Kementerian Kesehatan Malaysia. Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa seorang bayi yang berusia tiga tahun di negara bagian Sabah Wilayah Tuaran telah mengidap penyakit polio.


Ditahun 2019 tepatnya bulan September , telah terjadi dua kasus polio di Filipina, 1 anak yang mengidap polio berusia 3 tahun dan satunya lagi berusia 5 tahun. Menurut informasi bahwa kasus yan terjadi di Malaysia tersebut terinfeksi dengan virus yang sama dengan kasus polio yang terjadi di Filipina.

Pemerintah Malaysia sudah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah anak yang tinggal berdekatan dengan penderita terssebut.

Polio atau sering disebut dengan Poliomielitis adalah penyakit menular  yang dapat mengakibatkan kelumpuhan.

Kelumpuhan yang terjadi bisa permanen, bagian ekstremitas atau anggota gerak juga menjadi mengecil atau atropi.

Apa itu polio ?


Kata polio berasal dari bahasa Yunani yang artinya abu-abu dan saraf tulang belakang. Pertama kali ditemukan oleh Michel Underwod, pada kasus kelumpuhan anggoa gerak bawah pada seorang anak di Inggris.

Kemudian kasus pertama di Amerika pada tahun 1843, dan selanjutnya polio meningkat menjadi epidemi pada abad ke - 20.

Bagaimana dengan Polio Indonesia? 

Di Indonesia pernah ditemukan kasus polio tahun 1995, hingga kemudian gencar dilakukannya Pekan Imunisasi Nasional (PIN), sampai pad tahun 1996, dan pada tahun 1997 tidak ditemukan lagi kasus polio. Namun pada tahun 2005-2006 terjadi kembali kasus polio di Indonesia.

Polio meyerang anak yang usianya di bawah 5 tahun. Polio merupakan penyakit yang menular disebabkan oleh infeksi virus polio.

Virus polio termasuk ke dalam genus Enterovirus C dan keluarnya dari Picornaviridae. Virus ini menyebabkan kelumpuhan total dalam hitungan ham kare virus ini menyerag sistem saraf.

Virus polio menular dari orang ke orang lain dengan fekal-oral, lebih jarang melalui makanan atau air yang sudah terkontaminasi dan berkembag biak di usus.

Gejala awal seperti lelah, demam, nyeri kepala, muntah, kaku kuduk, dan nyeri pada anggota tubuh. 1 dari 200 infeksi mengakibatkan kelumpuhan irreversial biasanya pada tungkai.

Dan kebanyakan yang meninggal diakibatkan terjadinya kelumpuhan pada otot pernapasan sebanyak 5-10%. 

Menegakkan diagnosis pada penyakit polio, yakni dengan pemeriksaan penunjang berupa serologis terhap sampel feses (tnja) dari pasien yang dicurigai sebagai penderita polio.

Bagaimana Cara Mencegah Bahaya Penyakit Polio? 


Jawabnya adalah dengan imunisasi polio untuk pemusnahan atau pemberantasan dan melakukan pencegahn risiko penularan berupa menjaga kebersihan air dan memperbaik hygiene serta sanitas lingkungan.

Pada tahun 1988 kasus polio menurun sampai sejumlah 99% setelah dilaksanakannya pemberian imunisasi polio, dari 350.000 banyak kasus berkurang menjadi 74 kasus di tahun 2015.


Afganistan dan Pakistan merupakan dua negara yang masih endemis polio. Kegagalan penanggulangan penularan virus di kendua negara disebabkan karena banyaknya penolakan terhadap vaksi polio, yang menyebabkan 200.000 kasus baru poli dalam 10 tahun terakhir di seluruh dunia.

Tujuan dari pemberia vaksin polio adalah memutuskan mata rantai penulara virus polio liar. Jika seseorag tidak dapat vaksin polio, maka virus polio yang menginfeksi bisa berkembang biak dengan menimbulkan gejala polio.

Selanjutnya, virus yang keluar dari tubuh seseorang melalui tinjanya, dapat menular kepada orang lain dan mengakibatkan gejala yang sama.

Namun, jika seseorang sudah divaksinasi, maka apabila virus polio itu menginfeksi, maka  bisa dinetralisasi oleh antibodi yang terbentuk di dalam tubuh yang dihasilkan dari vaksinasi.

Efeknya virus polio tidak dapat berkembang di dalam tubuh, dan otomatis tidak menular kepada oran lain yang berada disekitarnya
Karena itu, imunisasi merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai penularan virus polio.

Vaksin polio awalnya hanya berupa Vaksin Polio Oral (OPV = Oral Polio Vaccine), yakni yang diberikan dengan cara diteteskan ke dalam mulut sebanyak 2 tetes. 

Mulai April 2016, Indonesia sudah menggunkan Vaksin Polio suntikan (IPV = Inactivated Polio Vaccine) yang diberikan 1kali disaat bayi berusia 4 bulan, jadi ada 4 kali pemberian vaksin OPV dan minimal 1kali vaksin IPV. 

Rencananya ke depan, Indonesia akan memakai vaksin IPV saja tanpa menggunakan aksin OPV. Namun, belum bisa dipastikan kapan waktunya karena ini berkaitan dengan biaya produksi yang lebih mahal.

27 Maret 2014 Indonesia mendapatkan sertifikat bebas polio. Namun, kita tetap harus waspada, dikarenakan Malaysia mengalami kasus polio, setelah sekian lama dinyatakan bebas dari polio.

Yang menjadi masalah adalah selama seseorang anak masih terinfeksi polio, berarti seluruh anak yang ada di dunia berisiko terifeksi polio.

Untuk memusnahkan polio sampai tuntas, dibutuhkan capaian imunisasi sebesar 95%.  Namun, untuk Indonesia sendiri sampai tahun 2018, jumlah cakupan imunisasi di Indonesia baru mencapai 87%, masih ada 8% lagi baru tercapai target,

Hal ini menjadi menjadi kewaspadaan tinggi, apalagi Indonesia berdekatan dengan Malaysia yang masih terinfeksi polio.

Lalu bagaimakan masyarakat menyikap hal ini, dimana warga Indonesia sering sekali berkunjung ke Malaysia dan Filipina untuk berwisata, belanja ataupun menetap untuk menempuh pendidikan dan berobat dengan jangka waktu yang lama. Ataupun sebalknya banyak juga wisatawan asal Malaysia dan Filipina yang berkunjung ke Indonesia.

Untuk saat ini, Malaysia sudah mengeluarkan aturan bahwa semua warga negara Malaysia yang ingin berkunjung ke luar negeri, harus telah lengkap imunisasi polionya satu ulan sebelum berpergian.

Sedangkan untuk warga Indonesia yang akan pergi ke Malaysia atau ke Filipina, untuk tinggal lebih dari 1 bulan, maka harus menunjukkan sudah melakukan imunisasi polio lengkap atau telah mendapat imunisasi polio sebulan terakhir.
Bila tidak bisa menunjukkan bukti polio, maka akan diberikan imunisasi di saat akan berangkat. 

Maka dari itu, dari sekarang ayo pastikan imunisasi anak-anak kita sudah lengkap. Imunisasi didapatkan secara gratis di semua posyandu dan puskesmas di seluruh Indonesia.

Orang tua harus smart, dan paham akan kebuthan kesehatan bagi si anak, jangan mudah terpengaruh berita hoax seputar imuniasi.

Jika masih ragu, bertanya atau berkonsultasi kepada ahlinya. Salah satu ikhtiar kita sebagai orang tua ialah memberikan imunisasi kepada anak kita.

Kita sebagai orang tua harus waspada, disebabkan banyak penyakit menular yang sedang mengintai kita dan anak-anak kita.

Komentar